PUISI-PUISI AGUS SALIM
Daun Rindu
daundaun rindu berguguran dirapuhkan waktu
hujan pun tak mampu memberi kekuatan pada
tangkainya
maka,
aku mengutuk waktu sebab tak mampu
menghidangkan
keindahan mimpi di kala aku
menginginkannya
daundaun rindu
itu kini menjadi tanah
berbau bangkai
menyayat dalamdalam
aku pun enggan
menciuminya ketika hasrat
memuncak membakar
darah
bahkan aku tak
sempat mengiriminya doa
Sumenep 2010
Akhir
: Pada saatnya waktu
akan mengantarmu
pada sebuah akhir,
sayang.
Seuntai kalimat kukubur di telingamu ketika
kau berada dalam cemas
Segera mereda prasangka burukmu
bersamaan dengan
api iblis yang pelanpelan
merangkak padam
Kau rebahkan hasratmu pada sayap angin lembut,
ikut terbang bergelantungan di udara
Setelah itu kau
berbisik padaku : Jika akhir itu
tidak datang maka
aku akan mengutuk waktu
dan mengubur
jasad hiduphidup dalam tanah
Aku terkejut ketika kau menakuti malam
dengan lolong panjangmu sebagai isyarat
hidupmu sedang terluka
Lalu kau terpejam pelanpelan merubah malam
menjadi mencekam bersama tangisku tanpa
bersekesudahan
Sumenep, 2010
Mimpi Abadi
pernah aku bercerita padamu
tentang laut hijau
sebuah laut dipercaya mampu
memberikan keabadian
kini aku ajak kau
ke sana
untuk
menenggelamkan mimpi
kau aku akan menjadi
mimpi abadi
setelah mencapai kesunyian hakiki
Sumenep 2010
Sang Perempuan
Rasa ini masih
tetap sama meski kau telah tusuktusuk
dengan duri
keangkuhan, kesombongan,
dan walau kau
bakar sekalipun dengan katakata api
rasa ini pun tidak mau berubah.
Menurutmu pasti aneh, tapi tak perlulah kau
bertanyatanya tentang kenapa bisa sampai seperti itu,
atau bahkan menduhku sengaja memaksamaksa rasa
tetap seperti sediakala.
Tak perlulah kau curiga, sayang.
Sebab aku meyakini bijibiji rasa yang aku tanam
di tanah kesunyian dulu memang kusiram dengan air
keikhlasan. Ketika bijibiji itu tumbuh menjadi batang,
beranak daun,
kembang dan buah kerinduan,
aku semakin
takluk pada wujud indahmu.
Setiap perjalanan waktu bukanlah halusinasi
kesunyian pikiran
kosong, namun lebih pantas
disebut
kristalkristal bening dari kumpulan
titiktitik rasa.
Hingga saat ini aku masih belum menemukan koma
dari perjalanan waktu yang terus menjelmakan wujud
sempurnamu.
Di hadapan rindu aku merintihkan sunyi.
Sumenep 2010