Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

PUISI

Rabu, 07 September 2011 | 06.36 WIB Last Updated 2011-09-07T13:36:48Z

PUISI-PUISI AGUS SALIM 
dimuat di Surabaya Post tanggal 13 Juni 2010



Daun Rindu

daundaun rindu berguguran dirapuhkan waktu

hujan pun tak mampu memberi kekuatan pada
tangkainya

maka,

aku mengutuk waktu sebab tak mampu
menghidangkan keindahan mimpi di kala aku
menginginkannya

daundaun rindu itu kini menjadi tanah
berbau bangkai menyayat dalamdalam

aku pun enggan menciuminya ketika hasrat
memuncak membakar darah

bahkan aku tak sempat mengiriminya doa

Sumenep 2010


Akhir


: Pada saatnya waktu akan mengantarmu
pada sebuah akhir, sayang.


Seuntai kalimat kukubur di telingamu ketika
kau berada dalam cemas

Segera mereda prasangka burukmu
bersamaan dengan api iblis yang pelanpelan
merangkak padam


Kau rebahkan hasratmu pada sayap angin lembut,
ikut terbang bergelantungan di udara

Setelah itu  kau berbisik padaku : Jika akhir itu
tidak datang maka aku akan mengutuk waktu
dan mengubur jasad hiduphidup dalam tanah


Aku terkejut ketika kau menakuti malam
dengan lolong panjangmu sebagai isyarat
hidupmu sedang terluka

Lalu kau terpejam pelanpelan merubah malam
menjadi mencekam bersama tangisku tanpa
bersekesudahan

Sumenep, 2010 



Mimpi Abadi


pernah aku bercerita padamu
tentang laut hijau

sebuah laut dipercaya mampu
memberikan keabadian

kini aku ajak kau ke sana
untuk menenggelamkan mimpi


kau aku akan menjadi mimpi abadi
setelah mencapai kesunyian hakiki

Sumenep 2010




Sang Perempuan


Rasa ini masih tetap sama meski kau telah tusuktusuk
dengan duri keangkuhan, kesombongan,
dan walau kau bakar sekalipun dengan katakata api
rasa ini pun tidak mau berubah.

Menurutmu pasti aneh, tapi tak perlulah kau
bertanyatanya tentang kenapa bisa sampai seperti itu,
atau bahkan menduhku sengaja memaksamaksa rasa
tetap seperti sediakala.

Tak perlulah kau curiga, sayang.

Sebab aku meyakini bijibiji rasa yang aku tanam
di tanah kesunyian dulu memang kusiram dengan air
keikhlasan. Ketika bijibiji itu tumbuh menjadi batang,
beranak daun, kembang dan buah kerinduan,
aku semakin takluk pada wujud indahmu.

Setiap perjalanan waktu bukanlah halusinasi
kesunyian pikiran kosong, namun lebih pantas
disebut kristalkristal bening dari kumpulan
titiktitik rasa.

Hingga saat ini aku masih belum menemukan koma
dari perjalanan waktu yang terus menjelmakan wujud
sempurnamu.

Di hadapan rindu aku merintihkan sunyi.

Sumenep 2010 


×
Berita Terbaru Update